Cara Budidaya Cabai Merah Dilahan Sawah Yang Benar

Cara Budidaya Cabai Merah Dilahan Sawah Yang Benar

Cara Budidaya Cabai Merah Dilahan Sawah Yang Benar – Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung.

Cabai juga mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980).

Namun untuk menanam cabai merah atau cara budidaya cabai merah dilahan sawah sangat butuh kehati hatian, karena seperti yang kita ketahui bahwa menanam cabai bukanlah perkara yang mudah. Ada beberapa faktor penunjang keberhasilan cara budidaya cabai merah dilahan sawah itu sendiri. Ada beberapa hal yang perlu dipahami mana kala akan memutuskan untuk menanam cabai, baik dilahan sawah maupun lainnya.

Mengenal Jenis-jenis Cabai Dan Lahan Yang Perlu Dipersiapkan

Varietas Cabai Merah

-Jatilaba (14 t/ha)

-Tit super (16 t/ha)

-Prembun (14 t/ha)

-Kriting (14 t/ha),

-LV. 2319 (12 t/ha)

-LV. 2323 (15 t/ha)

-LV. 3044 (t/ha)

-Hero (15,8-17,8 t/ha)

-Wonder Hot ( 14 t/ha).

Persiapan Lahan

Lahan merupakan salah satu faktor penentu bagi tanaman, salah satunya cara budidaya cabai merah dilahan sawah yang sedang kami bahas kali ini. Dimana lahan tersebut yang akan digunakan nantinya harus benar benar diperhatikan pada saat akan memulai penanaman. Dibawah ini adalah hal yang perlu disiapkan saat akan menyiapkan lahan.

-Musim tanam yang baik awal musim kemarau atau akhir musim hujan.
-Lahan yang digunakan tidak banyak kontaminasi penyakit tular tanah dan bukan bekas tanaman cabai atau tanaman dari keluarga Solanaceae.
-Untuk tanah sawah, dibuat bedengan selebar 100-120 cm, tinggi bedengan 40-50 cm dan parit antarbedengan selebar 40-50 cm, dengan.
-Lubang tanam dibuat dengan jarak tanam (50-70 cm) x ( 40-60 cm).
-Dilakukan pengapuran bila pH tanah <6,5 dengan menaburkan Dolomit pada bedengan.
-Pupuk kandang sebagai pupuk dasar pada bedengan (20-25 t/ha).

Pemupukan

-Pemupukan dibagi dua tahap, tahap sebelum tanam menggunakan pupuk organik/kandang, P, K, dan pengapuran.

-Sedangkan pemupukan setelah tanam (pupuk N dan daun). Pupuk KCl dapat diberikan sebelum dan sesudah tanam, karena mudah larut.

-Dosis per hektar 20-30 t/ha pupuk kandang, 150-200 kg/ha urea, 450 kg ZA, 250 kg TSP, dan 200 kg KCl, penambahan pupuk daun Mamigro dilakukan pada umur 4 dan 7 minggu setelah tanam.

-Cara pemberian pupuk kandang diberikan pada setiap lubang (satu minggu sebelum tanam), TSP dan separuh bagian KCl diberikan di setiap lubang sehari sebelum tanam. Sedangkan urea, ZA diberikan 3 kali, yaitu saat tanaman berumur 2, 4, 6 minggusetelah tanam. Sisa KCl diberikan 4 minggu setelah tanam.

Penutupan Tanah Dengan Mulsa

Mulsa yang digunakan adalah mulsa jerami (20 t/ha), mulsa plastik hitam perak (php) (10 rol/ha).
Mulsa dipasang di permukaan bidang olah setelah dilakukan pemupukan awal (pukan, TSP dan KCl atau Dolomit) setebal + 2 cm, sedangkan plastik hitam perak (php) dipasang dan diikuti pembuatan lubang tanam dengan bantuan alat pelubang khusus.

Demikianlah beberapa tips atau cara budidaya cabai merah dilahan sawah yang dapat kami sampaikan, dan semoga bisa dijadikan pengetahuan terkait penanaman cabai yang benar. Yang tentunya bisa kalian praktekan sendiri dirumah, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.